Jumat, 14 September 2018

Pengisian eSPT badan 3 : Penyusutan

Setelah anda mengisi Transkip Kutipan Elemen, maka langkah selanjutnya adalah mengisi penyusutan terlebih dahulu, data penyusutan ini kemungkinan akan berbeda dengan data komersial anda. Dan akan dikoreksi otomatis oleh software.
Untuk urutan tutorial silahkan dibuka daftar isinya di Laman eSPT.

Oke langsung saja, buka SPT PPH, lalu buka Lampiran Khusus, lalu pilih Daftar Penyusutan dan Amortisasi Fiskal.
Berikut adalah tampilan jendela dari Daftar Penyusutan dan Amortisasi Fiskal.
Klik Baru untuk memulai pengisian Penyusutan. Maka akan muncul jendela "Input Penyusutan / Amortisasi Fiskal".
Untuk Jenis Harta ada 3 Jenis yaitu Harta Berwujud, Harta Tak Berwujud, dan Kelompok Bangunan.

Detailnya silahkan menuju ke:
http://www.pajak.go.id/content/22115121-ketentuan-penyusutan


Pastikan Harta Yang anda input pada kolom Jenis Harta dan Kelompok Harta sesuai dengan ketentuan peraturan pajak. Jika sudah lanjut ke opsi Jenis Usaha, isikan saja "Semua Jenis Usaha" tidak perlu spesifik.

Untuk Nama Harta, jika di isi secara manual satu persatu akan butuh waktu lama, solusi cepatnya. Isikan nama harta dengan kategori kelompok, jadi jika kelompok 1 maka Nama harta nya kelompok 1 dst. Untuk menambah kategori nama harta, klik menu garis titik 3 ...,

Lalu klik Baru, isi nama harta dengan kelompok 1, lalu simpan, dst sampai kelompok 4. Jika sudah tutup. Nanti akan muncul menu Kelompok 1 - 4 di nama harta.
Jika Sudah lanjut isi Bulan dan Tahun Perolehan.
Kemudian isi Metode penyusutan Komersial dan Fiskalnya. Umumnya adalah garis lurus, atau saldo menurun, isikan saja sesuai kondisi penyusutan di perusahaan anda.
Lalu isi nominal perolehan, untuk nilai Buku dan Penyusutan Fiskal akan otomatis keluar. Khusus untuk perolehan Tanah, karena tidak ada penyusutan, nilai buku dan penyusutan di isi angka 0 secara manual. Karena akan terkoreksi jika nanti diperiksa klo tidak di isi secara manual.

Jika sudah, lanjut isikan catatan, nah kenapa di bagian nama harta saya sarankan cukup membuat 4 nama kelompok saja. Karena jika anda memiliki harta diatas 100, pengalaman saya memiliki klien harta di atas 1000 item, bikin mumet bro/sis... :D. Makanya nama harta di isikan ke catatan saja. Apakah tidak masalah, tentu tidak, yang penting nilai dan tanggal perolehan dan kelompoknya sesuai. Selama ini dari tahun 2014 hingga sekarang dengan konsep pengisian seperti itu tidak ada komplain dari AR beberapa klien. :p
Nah pengisian di catatan tentang harta tidak boleh ada duplikat atau kosong, karena akan mempengaruhi proses pembuatan csv lapor nanti. Terkadang juga akan mengganggu lampiran-lampiran lain. Oke begini ketentuan penulisan harta di "Catatan Tentang Harta".
1. Tidak boleh ada tulisan duplikat, misal harta mobil ada 2, tidak boleh ditulis dua-duanya mobil, tapi isikan dengan mobil 1 dan mobil 2, atau mobil avanza dan mobil innova, atau mobil avanza 1 dan mobil avanza 2, dst.
2. Tidak boleh kosong sama sekali.
3. Tidak boleh ada spasi di akhir kata.

Berikut adalah hasil inputan

Untuk harta berwujud termasuk tanah dan bangunan, akan muncul di bagian paling atas, sedangkan harta tak berwujud akan muncul dibawah. Jika sudah isikan angka penyusutan dan amortisasi komersial sesuai dengan laporan keuangan komersial anda.

Maka selisih penyusutan akan terlihat, ketika anda menginput "Jumlah Penyusutan Komersial"
Nanti selisih ini akan muncul di lampiran 1, dan ada konfirmasi selisih saat mengisi di lampiran 2. Jika sudah selesai input data harta, maka selanjutnya klik cetak. Jika sudah selesai, klik tutup.

Selesai deh penginputan data penyusutan. Selanjutnya bisa mengisi lampiran 6.

Bagi yang bingung hartanya masuk kelompok mana, silahkan saja ditanyakan di kolom komentar.

Wassalamualaikum. Wr. Wb.
Share on Facebook
Share on Twitter
Share on Google+

0 komentar:

Posting Komentar

Anda harus sign ke akun Google terlebih dahulu untuk memberi komentar